Contact Us

Name

Email *

Message *

Bagaimana Spam Bisa Masuk Di Facebook Kita?

Bagaimana Spam Bisa Masuk Di Facebook Kita?

Spam adalah berupa virus penggunaan elektronik untuk menyebarkan  pesan yang berturut-turut melalui email,akun facebook atau lainnya.cara kerja spam ini yaitu dengan mengirim konten secara masal dan berulang-ulang baik itu berupa video,ajakan untuk menyukai kuis,video dan lainnya.

spam di facebook

Mengapa spam bisa masuk ke beranda facebook kita?
Jawabannya adalah melalui aplikasi-aplikasi yang diinstal di facebook kita,ada beberapa aplikasi yang didesign untuk menyebarkan spam yang bertujuan untuk menambah auto like,atau yang lebih parahnya mengakses seluruh data kita.
Spam dikirimkan oleh pembuat iklan dengan biaya operasi yang sangat rendah, karena spam ini tidak memerlukan mailing list untuk mencapai para pelanggan-pelanggan yang diinginkan. Sebagai akibatnya banyak pihak yang dirugikan. Selain pengguna Internet itu sendiri, Penyelenggara Jasa Internet atau Internet Service Provider, dan masyarakat umum juga merasa tidak nyaman. Karena biasanya sangat mengganggu dan kadang-kadang membohongi,
Untuk tanda-tanda aplikasi yang mengandung spam sobat bisa lihat apabila ada konten yang masuk ke beranda kita  terus menerus dengan gambar atau isi konten yang tidak layak untuk dibaca.
Ada beberapa tips mencegah atau memulihkan akun facebook dari serangan spam
  1. Jangan pernah nge like apabila ada kiriman dari teman yang isinya berupa ajakan melihat atau megunjungi konten yang tidak wajar.
  2. apabila terlanjur ditandai, segera hapus tanda sobat dengan cara buka konten tersebut klik pengaturan dan di menu tandai hapus tanda sobat
  3. Hapus aplikasi yang diduga mengandung spam
  4. laporkan ke facebook sebagai spam
  5. Setting pengaturan facebook untuk mencegah masuknya spam bisa di baca disini
  6. Segarkan ulang atau uninsatal lalu instal lagi mesin penelusur (mozilla atau crome atau lainnya)
Itulah penjelasan mengenai spam dan beberapa tips untuk mencegah masuknya spam ke akun facebook kita.


No comments:

Back To Top